Anamnesis

Panduan pengisian form anamnesis pasien meliputi resume medis, CPPT, riwayat penyakit, kebidanan, gizi, rawat inap, edukasi, jadwal kontrol, kondisi sosial, status fungsional, surat-surat, dan manajemen alergi.

Form Anamnesis Umum

Form Anamnesis Umum

Tab Resume Medis adalah form utama anamnesis yang digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk mencatat keluhan pasien, asesmen klinis, tanda vital, serta diagnosis dalam satu tampilan terintegrasi. Form ini dirancang agar pengisian data medis dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

Keluhan dan Riwayat Medis

Bagian pertama form menampilkan tiga kolom input utama:

Tips: Gunakan shortcut Ctrl+Enter untuk menyimpan field dan otomatis pindah ke field berikutnya. Ini mempercepat proses pengisian form secara signifikan.

Fitur Smart Suggest (AI)

Tombol Smart Suggest tersedia di samping kolom Keluhan Utama. Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan saran diagnosis berdasarkan keluhan yang diinputkan. Klik tombol tersebut setelah mengisi keluhan utama untuk mendapatkan rekomendasi.

Asesmen Klinis

Bagian asesmen klinis mencakup empat dropdown penting:

Tanda Vital dan Antropometri

Form menampilkan input tanda vital dalam format grid yang kompak:

Tips: BMI (Body Mass Index) dihitung secara otomatis setelah tinggi dan berat badan diisi. Hasil BMI ditampilkan dengan indikator warna sesuai kategori (Underweight, Normal, Overweight, Obesitas).

Diagnosis (ICD-10)

Bagian diagnosis memungkinkan pencarian kode ICD-10 secara langsung:

  1. Ketikkan nama penyakit atau kode ICD-10 di kolom pencarian.
  2. Pilih diagnosis dari daftar hasil pencarian.
  3. Diagnosis akan otomatis tersimpan dan terhubung dengan sistem BPJS PCare.

CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi)

Di bawah form Resume Medis, terdapat form CPPT menggunakan format SOAP:

CPPT juga mencatat Tipe Petugas, Nama Petugas, dan Waktu Periksa untuk dokumentasi lengkap.

Tombol Riwayat

Klik tombol Riwayat (kuning) pada header form untuk membuka sidebar yang menampilkan riwayat anamnesis dari kunjungan-kunjungan sebelumnya. Ini membantu dokter melihat perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu.

Hak Akses

Form anamnesis memerlukan hak akses view rm anamnesis untuk dapat ditampilkan.

Riwayat Penyakit

Riwayat Penyakit

Tab Riwayat Penyakit digunakan untuk mencatat riwayat penyakit dahulu pasien, riwayat alergi, serta riwayat pengobatan sebelumnya. Informasi ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis dan menghindari interaksi obat yang berbahaya.

Riwayat Penyakit Dahulu

Form menampilkan daftar penyakit umum dalam format checkbox yang dapat dipilih secara cepat:

Tips: Centang semua penyakit yang relevan. Anda dapat mencentang lebih dari satu penyakit sekaligus. Untuk penyakit yang tidak tercantum, gunakan opsi "Lainnya" dan tuliskan secara manual.

Riwayat Alergi

Bagian riwayat alergi dimulai dengan pertanyaan apakah pasien memiliki alergi:

  1. Pilih Tidak jika pasien tidak memiliki riwayat alergi.
  2. Pilih Ya untuk menampilkan form input alergi.
  3. Jika Ya, pilih Jenis Alergi dari dropdown (Makanan, Udara, atau Obat).
  4. Ketikkan nama alergen pada kolom input.
  5. Klik tombol Tambah untuk menyimpan alergi ke daftar.

Setiap alergi yang ditambahkan akan tampil sebagai tag/badge yang dapat dihapus dengan mengklik ikon silang.

Perhatian: Data alergi yang dicatat di sini akan muncul sebagai peringatan pada modul e-Resep saat dokter meresepkan obat. Pastikan data alergi diisi dengan akurat untuk keselamatan pasien.

Riwayat Keluarga

Catatan riwayat penyakit yang diderita oleh anggota keluarga pasien. Informasi ini berguna untuk identifikasi faktor risiko genetik dan herediter.

Riwayat Pengobatan

Bagian ini mencatat obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi pasien, meliputi:

Penyimpanan Data

Setiap perubahan pada form riwayat penyakit akan tersimpan secara otomatis saat Anda berpindah antar field atau mengklik di luar area input. Tidak perlu menekan tombol simpan secara manual.

Tombol Riwayat

Klik tombol Riwayat (kuning) untuk melihat data riwayat penyakit dari kunjungan sebelumnya melalui sidebar di sisi kanan layar.

Kebidanan

Kebidanan

Tab Kebidanan digunakan khusus untuk mencatat data obstetri dan ginekologi pasien perempuan. Tab ini relevan untuk kunjungan di poli kebidanan, kandungan, atau ketika pasien memiliki riwayat kehamilan yang perlu didokumentasikan.

Riwayat Menstruasi

Bagian pertama form mencatat data menstruasi pasien:

Riwayat Perkawinan

Mencatat informasi status perkawinan pasien:

Riwayat Kehamilan dan Persalinan

Bagian ini mencatat detail obstetri penting:

Riwayat Kontrasepsi

Mencatat penggunaan kontrasepsi pasien saat ini dan sebelumnya. Data ini penting untuk perencanaan perawatan kebidanan yang tepat.

Tips: Tab Kebidanan sebaiknya diisi lengkap untuk pasien yang berkunjung ke poli KIA/Kebidanan. Data ini akan tersedia di seluruh kunjungan pasien selanjutnya sebagai referensi.

Penyimpanan Data

Data kebidanan tersimpan otomatis setiap kali field diubah. Perubahan dapat dilihat kembali melalui tombol Riwayat.

Kapan Menggunakan Tab Ini

Gizi

Gizi

Tab Permasalahan Gizi digunakan untuk melakukan skrining dan penilaian status gizi pasien. Form ini menggunakan sistem skoring untuk mendeteksi risiko malnutrisi dan membantu perencanaan intervensi gizi yang tepat.

Skrining Perubahan Berat Badan

Pertanyaan pertama menanyakan apakah ada perubahan berat badan signifikan dalam 6 bulan terakhir:

Jumlah Perubahan Berat Badan

Jika ada perubahan, dokumentasikan jumlahnya:

Intake Makanan

Menilai apakah intake makanan berkurang karena tidak ada nafsu makan:

Interpretasi Skor

Total skor dari ketiga pertanyaan di atas menentukan tingkat risiko gizi:

Perhatian: Pasien dengan skor risiko tinggi sebaiknya segera dirujuk ke ahli gizi untuk penilaian dan intervensi lebih lanjut. Dokumentasikan rencana diet pada catatan khusus.

Rencana Diet

Berdasarkan hasil skrining, tenaga medis dapat mendokumentasikan rencana diet yang sesuai, meliputi:

Tips: Data skrining gizi ini memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Pastikan form ini diisi untuk setiap kunjungan pasien rawat inap dan pasien dengan indikasi gangguan gizi.

Penyimpanan Data

Data gizi tersimpan otomatis dan dapat ditinjau ulang melalui tombol Riwayat untuk melihat tren status gizi pasien dari waktu ke waktu.

Rawat Inap (Tab)

Rawat Inap (Tab)

Tab Rawat Inap digunakan untuk mencatat permintaan dan data rawat inap pasien yang memerlukan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan. Tab ini tersedia di dalam sub-menu Anamnesis pada Detail Kunjungan.

Informasi Rawat Inap

Form rawat inap mencakup data-data berikut:

Cara Mengisi Form Rawat Inap

  1. Buka tab Rawat Inap pada sub-menu Anamnesis.
  2. Pilih Ruang Perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
  3. Pilih Jenis Perawatan yang diperlukan.
  4. Pilih Dokter penanggung jawab.
  5. Isi Indikasi rawat inap secara detail.
  6. Tambahkan Keterangan jika diperlukan.
  7. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data.

Tips: Setelah data tersimpan, form akan beralih ke mode read-only. Untuk mengubah data, klik tombol Edit. Untuk menghapus permintaan rawat inap, klik tombol Hapus.

Status Form

Form rawat inap memiliki beberapa status:

Perhatian: Pastikan data indikasi rawat inap diisi dengan lengkap karena data ini akan digunakan sebagai dasar persetujuan rawat inap dan klaim BPJS.

Edukasi

Edukasi

Tab Edukasi Pasien digunakan untuk mendokumentasikan edukasi yang diberikan kepada pasien atau keluarga selama kunjungan. Dokumentasi edukasi merupakan bagian penting dari standar akreditasi fasilitas kesehatan.

Kesediaan Menerima Informasi

Langkah pertama adalah menanyakan kesediaan pasien atau keluarga untuk menerima edukasi:

Hambatan Edukasi

Jika terdapat hambatan dalam proses edukasi, centang faktor penghambat yang sesuai:

Materi Edukasi

Dokumentasikan jenis edukasi yang diberikan dengan mencentang opsi yang sesuai:

Konfirmasi Pemahaman

Setelah edukasi diberikan, catat tingkat pemahaman pasien/keluarga:

Tips: Dokumentasi edukasi yang lengkap akan membantu dalam proses akreditasi dan menjadi bukti bahwa faskes telah memenuhi kewajiban edukasi kepada pasien.

Penyimpanan Data

Data edukasi tersimpan otomatis setiap kali checkbox atau radio button diklik. Riwayat edukasi dari kunjungan sebelumnya dapat diakses melalui tombol Riwayat.

Jadwal Kontrol

Jadwal Kontrol

Tab Jadwal Kontrol memungkinkan dokter untuk membuat jadwal kunjungan kontrol berikutnya bagi pasien. Fitur ini terintegrasi dengan sistem antrean BPJS dan dapat menghasilkan surat kontrol yang siap dicetak.

Membuat Jadwal Kontrol

Untuk membuat jadwal kontrol baru, ikuti langkah berikut:

  1. Buka tab Jadwal Kontrol pada sub-menu Anamnesis.
  2. Pilih Instalasi tujuan kontrol.
  3. Pilih Unit/Poli tujuan.
  4. Pilih Ruangan yang spesifik.
  5. Pilih SMF (Staf Medis Fungsional).
  6. Pilih Dokter yang dituju.
  7. Tentukan Tanggal dan Waktu Kontrol menggunakan date picker.
  8. Isi Rencana tindakan pada kunjungan kontrol.
  9. Isi Diagnosis yang relevan.
  10. Klik tombol Simpan.

Nomor Kontrol

Sistem akan otomatis menghasilkan Nomor Kontrol setelah jadwal disimpan. Nomor ini diperlukan untuk:

Dropdown Berjenjang

Form jadwal kontrol menggunakan sistem dropdown berjenjang:

Tips: Dropdown secara otomatis memuat opsi berdasarkan pilihan sebelumnya. Tunggu sebentar jika data masih loading (ditandai spinner).

Cetak Surat Kontrol

Setelah jadwal kontrol tersimpan, tombol Cetak akan muncul. Klik untuk mencetak Surat Kontrol dalam format A4 yang berisi:

Edit dan Hapus Jadwal

Jadwal kontrol yang sudah tersimpan dapat:

Perhatian: Untuk pasien BPJS, jadwal kontrol akan tersinkronisasi dengan sistem BPJS PCare. Pastikan data sudah benar sebelum menyimpan karena perubahan akan mempengaruhi data di sistem BPJS.

Kondisi Sosial

Kondisi Sosial

Tab Sosial dan Psikososial digunakan untuk mencatat kondisi sosial, psikologi, dan dukungan keluarga pasien. Data ini membantu tenaga medis memahami faktor non-medis yang mempengaruhi kondisi dan pemulihan pasien.

Hubungan dengan Anggota Keluarga

Pilih salah satu status hubungan keluarga pasien:

Status Psikologi

Centang kondisi psikologi yang dialami pasien saat ini. Bisa lebih dari satu:

Perhatian: Jika terdeteksi kecenderungan bunuh diri, segera laporkan kepada dokter penanggung jawab dan lakukan protokol penanganan sesuai standar faskes.

Status Ekonomi

Dokumentasi kondisi ekonomi pasien untuk membantu perencanaan perawatan dan penjaminan:

Dukungan Keluarga

Catat tingkat dukungan yang diberikan keluarga terhadap proses perawatan pasien. Informasi ini penting untuk rencana pemulangan dan perawatan lanjutan di rumah.

Tips: Data kondisi sosial sangat berguna untuk perencanaan discharge planning, terutama pada pasien rawat inap. Isi form ini sejak kunjungan awal agar tim medis dapat merencanakan perawatan yang komprehensif.

Penyimpanan Data

Semua perubahan tersimpan otomatis saat Anda mencentang checkbox atau memilih opsi. Data riwayat dapat diakses melalui tombol Riwayat.

Status Fungsional

Status Fungsional

Tab Status Fungsional digunakan untuk menilai kemampuan mobilitas dan kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penilaian ini penting untuk perencanaan perawatan dan rehabilitasi yang tepat.

Penggunaan Alat Bantu

Centang alat bantu yang digunakan pasien untuk mobilitas:

Perhatian: Jika pasien dalam kondisi ketergantungan total, pastikan untuk melaporkan kepada dokter dan melakukan penilaian risiko jatuh (fall risk assessment).

Cacat Tubuh

Dokumentasi adanya cacat tubuh pada pasien:

Skala Aktivitas Harian

Penilaian kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari meliputi:

Risiko Jatuh

Berdasarkan status fungsional, sistem dapat memberikan indikasi risiko jatuh pasien. Pasien dengan risiko tinggi perlu mendapatkan protokol pencegahan jatuh sesuai standar faskes.

Tips: Penilaian status fungsional sebaiknya dilakukan di awal kunjungan untuk memastikan kebutuhan pasien terpenuhi selama di fasilitas kesehatan. Data ini juga penting untuk dokumentasi akreditasi.

Penyimpanan Data

Data status fungsional tersimpan otomatis setiap kali Anda mencentang atau memilih opsi. Gunakan tombol Riwayat untuk melihat perubahan status fungsional pasien dari kunjungan ke kunjungan.

Surat Sakit dan Surat Lain

Surat Sakit dan Surat Lain

Tab Surat Sakit dan Surat Lainnya memungkinkan dokter untuk membuat berbagai surat keterangan medis langsung dari halaman kunjungan pasien. Surat-surat ini akan otomatis terisi dengan data pasien dan kunjungan yang relevan.

Surat Keterangan Sakit

Untuk membuat surat keterangan sakit:

  1. Buka tab Surat Sakit pada sub-menu Anamnesis.
  2. No. Surat akan digenerate otomatis berdasarkan tanggal.
  3. Pilih Tanggal surat (default: hari ini).
  4. Isi Lama Sakit (dalam hari).
  5. Tambahkan Keterangan jika diperlukan.
  6. Klik tombol Simpan.

Cetak Surat Sakit

Setelah surat tersimpan, klik tombol Cetak untuk mencetak surat keterangan sakit dalam format A4. Surat akan berisi:

Surat Keterangan Lainnya

Tab Surat Lainnya memungkinkan pembuatan berbagai jenis surat medis:

Cara Membuat Surat Lainnya

  1. Buka tab Surat Lainnya.
  2. Pilih Jenis Surat dari dropdown.
  3. No. Surat otomatis digenerate.
  4. Isi Tanggal surat.
  5. Isi Hasil Pemeriksaan (untuk surat sehat).
  6. Tambahkan Keterangan sesuai kebutuhan.
  7. Opsi Tampilkan Antropometri dapat diaktifkan untuk menyertakan data tinggi/berat badan pada surat.
  8. Klik Simpan.

Tips: Surat yang sudah tersimpan akan masuk ke mode read-only. Gunakan tombol Edit untuk mengubah atau Hapus untuk menghapus. Anda juga dapat melihat daftar surat yang pernah dibuat melalui sidebar.

Edit dan Hapus Surat

Surat yang sudah dibuat dapat diedit atau dihapus selama kunjungan belum difinalkan. Setelah kunjungan difinalkan, surat menjadi permanen dan tidak dapat diubah.

Perhatian: Nomor surat bersifat unik dan berurutan. Jika surat dihapus, nomor tersebut tidak akan digunakan kembali.

Manajemen Alergi

Manajemen Alergi

Fitur Manajemen Alergi pada Dekacare terintegrasi di dalam form Riwayat Penyakit pada tab Anamnesis. Sistem ini dirancang untuk memastikan data alergi pasien selalu tercatat dengan akurat dan menjadi peringatan penting saat penulisan resep obat.

Toggle Aktif/Nonaktif Alergi

Pada form Riwayat Penyakit, terdapat pilihan radio button untuk status alergi:

Input Alergi dengan Tag-based UI

Saat status alergi dipilih "Ya", form input alergi tampil dengan antarmuka berbasis tag:

  1. Pilih Jenis Alergi dari dropdown:
    • Makanan — Alergi terhadap bahan makanan tertentu.
    • Udara — Alergi terhadap alergen yang terhirup (debu, serbuk sari, dll).
    • Obat — Alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  2. Ketikkan nama alergen pada kolom input teks.
  3. Klik tombol Tambah (ikon +) untuk menambahkan ke daftar.
  4. Alergi yang sudah ditambahkan akan tampil sebagai tag/badge berwarna.
  5. Untuk menghapus alergi, klik ikon X pada tag tersebut.

Tampilan Tag Alergi

Setiap alergi ditampilkan sebagai badge dengan warna sesuai jenisnya:

Peringatan Alergi pada Resep

Data alergi yang diinputkan di sini akan secara otomatis memunculkan peringatan pada modul e-Resep:

Perhatian: Data alergi obat sangat kritis untuk keselamatan pasien. Pastikan selalu memverifikasi data alergi dengan pasien pada setiap kunjungan dan perbarui jika ada perubahan.

Data Alergi Persisten

Data alergi bersifat persisten, artinya data yang diinputkan pada satu kunjungan akan tetap tersedia pada kunjungan-kunjungan berikutnya. Ini memastikan informasi alergi selalu terlihat tanpa perlu input ulang.

Tips: Biasakan untuk menanyakan dan memverifikasi alergi pasien di setiap kunjungan. Alergi baru bisa muncul kapan saja, dan data yang tidak diperbarui dapat menimbulkan risiko.