Kunjungan

Panduan penggunaan modul Kunjungan pada Dekacare

Daftar Kunjungan

Panduan penggunaan halaman daftar kunjungan pasien dan detail kunjungan.

Daftar Kunjungan

Halaman Utama Kunjungan

Halaman Utama Kunjungan

Halaman Daftar Kunjungan merupakan pusat kendali utama untuk mengelola seluruh kunjungan pasien di fasilitas kesehatan Anda. Halaman ini menampilkan semua kunjungan aktif, selesai, maupun yang dibatalkan dalam satu tampilan yang komprehensif.

Mengakses Halaman Kunjungan

  1. Buka menu navigasi di sidebar kiri.
  2. Klik menu Kunjungan pada daftar menu.
  3. Sistem akan menampilkan daftar kunjungan pasien hari ini secara default.

Filter Status Kunjungan

Di bagian atas halaman, tersedia filter status untuk menyaring daftar kunjungan:

Pencarian Pasien

Gunakan kolom pencarian untuk menemukan kunjungan berdasarkan:

Tips: Pencarian bersifat real-time. Cukup ketikkan sebagian nama atau nomor, dan hasil akan langsung tersaring.

Filter Ruangan / Poli

Anda dapat memfilter kunjungan berdasarkan ruangan atau poli tertentu. Klik dropdown Ruangan di toolbar, lalu pilih poli tujuan yang diinginkan. Ini sangat berguna ketika faskes memiliki banyak poli dan Anda hanya ingin melihat kunjungan di poli tertentu.

Mode Panggilan (Call Mode)

Fitur Mode Panggilan memungkinkan petugas untuk memanggil pasien sesuai antrean. Cara mengaktifkan:

  1. Klik tombol Mode Panggilan (ikon speaker) pada toolbar.
  2. Banner kuning akan muncul di bagian atas bertuliskan "Mode Panggilan Aktif".
  3. Pilih Loket dari dropdown yang tersedia.
  4. Klik pada pasien di daftar untuk memanggil antrean mereka.
  5. Untuk menonaktifkan, klik tombol X pada banner.

Perhatian: Pastikan perangkat audio terhubung dan volume sudah diatur sebelum menggunakan Mode Panggilan.

Tampilan Daftar Kunjungan

Setiap baris kunjungan menampilkan informasi ringkas berikut:

Aksi pada Daftar Kunjungan

Klik pada baris kunjungan untuk membuka Detail Kunjungan dalam modal fullscreen. Dari sini Anda dapat mengakses seluruh sub-modul rekam medis elektronik.

Hak Akses

Halaman Daftar Kunjungan memerlukan hak akses view kunjungan. Hubungi administrator jika Anda tidak dapat mengakses halaman ini.

Daftar Kunjungan

Detail Kunjungan

Detail Kunjungan

Halaman Detail Kunjungan adalah modal fullscreen yang menjadi pusat pengelolaan rekam medis elektronik (ERM) untuk setiap kunjungan pasien. Modal ini terbuka ketika Anda mengklik salah satu baris kunjungan pada halaman Daftar Kunjungan.

Informasi Header

Di bagian atas modal, Anda akan melihat informasi penting kunjungan:

Navigasi Tab Utama

Detail Kunjungan memiliki beberapa tab utama yang dapat diakses secara berurutan:

  1. ERM (Electronic Medical Record) — Tab utama untuk pengisian rekam medis elektronik, berisi sub-tab: MCU, Anamnesis, Pemeriksaan Fisik, dan lainnya.
  2. Layanan — Pengelolaan tindakan dan layanan medis.
  3. Laboratorium — Permintaan dan hasil pemeriksaan laboratorium.
  4. Radiologi — Permintaan dan hasil pemeriksaan radiologi.
  5. Konsultasi & Rujukan — Permintaan konsultasi dan pembuatan rujukan.
  6. Informed Consent — Pengelolaan formulir persetujuan tindakan medis.
  7. Summary — Ringkasan tagihan dan billing kunjungan.

Tips: Gunakan tombol Kembali dan Lanjut di pojok kiri atas untuk berpindah antar tab secara berurutan tanpa perlu mengklik tab satu per satu.

Status Pulang

Dropdown Status Pulang di header memungkinkan dokter untuk menentukan kondisi akhir pasien. Pilihan status pulang meliputi: Sembuh, Membaik, Belum Sembuh, Dirujuk, Meninggal, dan lainnya sesuai konfigurasi faskes.

Tombol Aksi

Di pojok kanan atas modal terdapat beberapa tombol aksi:

Perhatian: Setelah kunjungan di-final-kan, seluruh form rekam medis menjadi read-only dan tidak dapat diedit lagi kecuali dilakukan Batal Final oleh petugas yang berwenang.

Panel Informasi Pasien

Di sisi kiri atau atas modal, terdapat panel Detail Header yang menampilkan ringkasan informasi pasien meliputi:

Alur Kerja Kunjungan

Berikut adalah alur kerja umum pengelolaan kunjungan:

  1. Buka detail kunjungan dari daftar.
  2. Isi Anamnesis (keluhan, riwayat, tanda vital).
  3. Lakukan Pemeriksaan Fisik.
  4. Tambahkan Layanan/Tindakan jika diperlukan.
  5. Buat permintaan Laboratorium atau Radiologi jika diperlukan.
  6. Tentukan Status Pulang.
  7. Periksa Summary tagihan.
  8. Klik Final untuk menyelesaikan kunjungan.

Hak Akses

Setiap tab dan aksi dalam Detail Kunjungan memiliki hak akses tersendiri. Pastikan role pengguna sudah dikonfigurasi dengan benar oleh administrator.

Anamnesis

Panduan pengisian form anamnesis pasien meliputi resume medis, CPPT, riwayat penyakit, kebidanan, gizi, rawat inap, edukasi, jadwal kontrol, kondisi sosial, status fungsional, surat-surat, dan manajemen alergi.

Anamnesis

Form Anamnesis Umum

Form Anamnesis Umum

Tab Resume Medis adalah form utama anamnesis yang digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk mencatat keluhan pasien, asesmen klinis, tanda vital, serta diagnosis dalam satu tampilan terintegrasi. Form ini dirancang agar pengisian data medis dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

Keluhan dan Riwayat Medis

Bagian pertama form menampilkan tiga kolom input utama:

Tips: Gunakan shortcut Ctrl+Enter untuk menyimpan field dan otomatis pindah ke field berikutnya. Ini mempercepat proses pengisian form secara signifikan.

Fitur Smart Suggest (AI)

Tombol Smart Suggest tersedia di samping kolom Keluhan Utama. Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan saran diagnosis berdasarkan keluhan yang diinputkan. Klik tombol tersebut setelah mengisi keluhan utama untuk mendapatkan rekomendasi.

Asesmen Klinis

Bagian asesmen klinis mencakup empat dropdown penting:

Tanda Vital dan Antropometri

Form menampilkan input tanda vital dalam format grid yang kompak:

Tips: BMI (Body Mass Index) dihitung secara otomatis setelah tinggi dan berat badan diisi. Hasil BMI ditampilkan dengan indikator warna sesuai kategori (Underweight, Normal, Overweight, Obesitas).

Diagnosis (ICD-10)

Bagian diagnosis memungkinkan pencarian kode ICD-10 secara langsung:

  1. Ketikkan nama penyakit atau kode ICD-10 di kolom pencarian.
  2. Pilih diagnosis dari daftar hasil pencarian.
  3. Diagnosis akan otomatis tersimpan dan terhubung dengan sistem BPJS PCare.

CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi)

Di bawah form Resume Medis, terdapat form CPPT menggunakan format SOAP:

CPPT juga mencatat Tipe Petugas, Nama Petugas, dan Waktu Periksa untuk dokumentasi lengkap.

Tombol Riwayat

Klik tombol Riwayat (kuning) pada header form untuk membuka sidebar yang menampilkan riwayat anamnesis dari kunjungan-kunjungan sebelumnya. Ini membantu dokter melihat perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu.

Hak Akses

Form anamnesis memerlukan hak akses view rm anamnesis untuk dapat ditampilkan.

Anamnesis

Riwayat Penyakit

Riwayat Penyakit

Tab Riwayat Penyakit digunakan untuk mencatat riwayat penyakit dahulu pasien, riwayat alergi, serta riwayat pengobatan sebelumnya. Informasi ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis dan menghindari interaksi obat yang berbahaya.

Riwayat Penyakit Dahulu

Form menampilkan daftar penyakit umum dalam format checkbox yang dapat dipilih secara cepat:

Tips: Centang semua penyakit yang relevan. Anda dapat mencentang lebih dari satu penyakit sekaligus. Untuk penyakit yang tidak tercantum, gunakan opsi "Lainnya" dan tuliskan secara manual.

Riwayat Alergi

Bagian riwayat alergi dimulai dengan pertanyaan apakah pasien memiliki alergi:

  1. Pilih Tidak jika pasien tidak memiliki riwayat alergi.
  2. Pilih Ya untuk menampilkan form input alergi.
  3. Jika Ya, pilih Jenis Alergi dari dropdown (Makanan, Udara, atau Obat).
  4. Ketikkan nama alergen pada kolom input.
  5. Klik tombol Tambah untuk menyimpan alergi ke daftar.

Setiap alergi yang ditambahkan akan tampil sebagai tag/badge yang dapat dihapus dengan mengklik ikon silang.

Perhatian: Data alergi yang dicatat di sini akan muncul sebagai peringatan pada modul e-Resep saat dokter meresepkan obat. Pastikan data alergi diisi dengan akurat untuk keselamatan pasien.

Riwayat Keluarga

Catatan riwayat penyakit yang diderita oleh anggota keluarga pasien. Informasi ini berguna untuk identifikasi faktor risiko genetik dan herediter.

Riwayat Pengobatan

Bagian ini mencatat obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi pasien, meliputi:

Penyimpanan Data

Setiap perubahan pada form riwayat penyakit akan tersimpan secara otomatis saat Anda berpindah antar field atau mengklik di luar area input. Tidak perlu menekan tombol simpan secara manual.

Tombol Riwayat

Klik tombol Riwayat (kuning) untuk melihat data riwayat penyakit dari kunjungan sebelumnya melalui sidebar di sisi kanan layar.

Anamnesis

Kebidanan

Kebidanan

Tab Kebidanan digunakan khusus untuk mencatat data obstetri dan ginekologi pasien perempuan. Tab ini relevan untuk kunjungan di poli kebidanan, kandungan, atau ketika pasien memiliki riwayat kehamilan yang perlu didokumentasikan.

Riwayat Menstruasi

Bagian pertama form mencatat data menstruasi pasien:

Riwayat Perkawinan

Mencatat informasi status perkawinan pasien:

Riwayat Kehamilan dan Persalinan

Bagian ini mencatat detail obstetri penting:

Riwayat Kontrasepsi

Mencatat penggunaan kontrasepsi pasien saat ini dan sebelumnya. Data ini penting untuk perencanaan perawatan kebidanan yang tepat.

Tips: Tab Kebidanan sebaiknya diisi lengkap untuk pasien yang berkunjung ke poli KIA/Kebidanan. Data ini akan tersedia di seluruh kunjungan pasien selanjutnya sebagai referensi.

Penyimpanan Data

Data kebidanan tersimpan otomatis setiap kali field diubah. Perubahan dapat dilihat kembali melalui tombol Riwayat.

Kapan Menggunakan Tab Ini

Anamnesis

Gizi

Gizi

Tab Permasalahan Gizi digunakan untuk melakukan skrining dan penilaian status gizi pasien. Form ini menggunakan sistem skoring untuk mendeteksi risiko malnutrisi dan membantu perencanaan intervensi gizi yang tepat.

Skrining Perubahan Berat Badan

Pertanyaan pertama menanyakan apakah ada perubahan berat badan signifikan dalam 6 bulan terakhir:

Jumlah Perubahan Berat Badan

Jika ada perubahan, dokumentasikan jumlahnya:

Intake Makanan

Menilai apakah intake makanan berkurang karena tidak ada nafsu makan:

Interpretasi Skor

Total skor dari ketiga pertanyaan di atas menentukan tingkat risiko gizi:

Perhatian: Pasien dengan skor risiko tinggi sebaiknya segera dirujuk ke ahli gizi untuk penilaian dan intervensi lebih lanjut. Dokumentasikan rencana diet pada catatan khusus.

Rencana Diet

Berdasarkan hasil skrining, tenaga medis dapat mendokumentasikan rencana diet yang sesuai, meliputi:

Tips: Data skrining gizi ini memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Pastikan form ini diisi untuk setiap kunjungan pasien rawat inap dan pasien dengan indikasi gangguan gizi.

Penyimpanan Data

Data gizi tersimpan otomatis dan dapat ditinjau ulang melalui tombol Riwayat untuk melihat tren status gizi pasien dari waktu ke waktu.

Anamnesis

Rawat Inap (Tab)

Rawat Inap (Tab)

Tab Rawat Inap digunakan untuk mencatat permintaan dan data rawat inap pasien yang memerlukan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan. Tab ini tersedia di dalam sub-menu Anamnesis pada Detail Kunjungan.

Informasi Rawat Inap

Form rawat inap mencakup data-data berikut:

Cara Mengisi Form Rawat Inap

  1. Buka tab Rawat Inap pada sub-menu Anamnesis.
  2. Pilih Ruang Perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
  3. Pilih Jenis Perawatan yang diperlukan.
  4. Pilih Dokter penanggung jawab.
  5. Isi Indikasi rawat inap secara detail.
  6. Tambahkan Keterangan jika diperlukan.
  7. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data.

Tips: Setelah data tersimpan, form akan beralih ke mode read-only. Untuk mengubah data, klik tombol Edit. Untuk menghapus permintaan rawat inap, klik tombol Hapus.

Status Form

Form rawat inap memiliki beberapa status:

Perhatian: Pastikan data indikasi rawat inap diisi dengan lengkap karena data ini akan digunakan sebagai dasar persetujuan rawat inap dan klaim BPJS.

Anamnesis

Edukasi

Edukasi

Tab Edukasi Pasien digunakan untuk mendokumentasikan edukasi yang diberikan kepada pasien atau keluarga selama kunjungan. Dokumentasi edukasi merupakan bagian penting dari standar akreditasi fasilitas kesehatan.

Kesediaan Menerima Informasi

Langkah pertama adalah menanyakan kesediaan pasien atau keluarga untuk menerima edukasi:

Hambatan Edukasi

Jika terdapat hambatan dalam proses edukasi, centang faktor penghambat yang sesuai:

Materi Edukasi

Dokumentasikan jenis edukasi yang diberikan dengan mencentang opsi yang sesuai:

Konfirmasi Pemahaman

Setelah edukasi diberikan, catat tingkat pemahaman pasien/keluarga:

Tips: Dokumentasi edukasi yang lengkap akan membantu dalam proses akreditasi dan menjadi bukti bahwa faskes telah memenuhi kewajiban edukasi kepada pasien.

Penyimpanan Data

Data edukasi tersimpan otomatis setiap kali checkbox atau radio button diklik. Riwayat edukasi dari kunjungan sebelumnya dapat diakses melalui tombol Riwayat.

Anamnesis

Jadwal Kontrol

Jadwal Kontrol

Tab Jadwal Kontrol memungkinkan dokter untuk membuat jadwal kunjungan kontrol berikutnya bagi pasien. Fitur ini terintegrasi dengan sistem antrean BPJS dan dapat menghasilkan surat kontrol yang siap dicetak.

Membuat Jadwal Kontrol

Untuk membuat jadwal kontrol baru, ikuti langkah berikut:

  1. Buka tab Jadwal Kontrol pada sub-menu Anamnesis.
  2. Pilih Instalasi tujuan kontrol.
  3. Pilih Unit/Poli tujuan.
  4. Pilih Ruangan yang spesifik.
  5. Pilih SMF (Staf Medis Fungsional).
  6. Pilih Dokter yang dituju.
  7. Tentukan Tanggal dan Waktu Kontrol menggunakan date picker.
  8. Isi Rencana tindakan pada kunjungan kontrol.
  9. Isi Diagnosis yang relevan.
  10. Klik tombol Simpan.

Nomor Kontrol

Sistem akan otomatis menghasilkan Nomor Kontrol setelah jadwal disimpan. Nomor ini diperlukan untuk:

Dropdown Berjenjang

Form jadwal kontrol menggunakan sistem dropdown berjenjang:

Tips: Dropdown secara otomatis memuat opsi berdasarkan pilihan sebelumnya. Tunggu sebentar jika data masih loading (ditandai spinner).

Cetak Surat Kontrol

Setelah jadwal kontrol tersimpan, tombol Cetak akan muncul. Klik untuk mencetak Surat Kontrol dalam format A4 yang berisi:

Edit dan Hapus Jadwal

Jadwal kontrol yang sudah tersimpan dapat:

Perhatian: Untuk pasien BPJS, jadwal kontrol akan tersinkronisasi dengan sistem BPJS PCare. Pastikan data sudah benar sebelum menyimpan karena perubahan akan mempengaruhi data di sistem BPJS.

Anamnesis

Kondisi Sosial

Kondisi Sosial

Tab Sosial dan Psikososial digunakan untuk mencatat kondisi sosial, psikologi, dan dukungan keluarga pasien. Data ini membantu tenaga medis memahami faktor non-medis yang mempengaruhi kondisi dan pemulihan pasien.

Hubungan dengan Anggota Keluarga

Pilih salah satu status hubungan keluarga pasien:

Status Psikologi

Centang kondisi psikologi yang dialami pasien saat ini. Bisa lebih dari satu:

Perhatian: Jika terdeteksi kecenderungan bunuh diri, segera laporkan kepada dokter penanggung jawab dan lakukan protokol penanganan sesuai standar faskes.

Status Ekonomi

Dokumentasi kondisi ekonomi pasien untuk membantu perencanaan perawatan dan penjaminan:

Dukungan Keluarga

Catat tingkat dukungan yang diberikan keluarga terhadap proses perawatan pasien. Informasi ini penting untuk rencana pemulangan dan perawatan lanjutan di rumah.

Tips: Data kondisi sosial sangat berguna untuk perencanaan discharge planning, terutama pada pasien rawat inap. Isi form ini sejak kunjungan awal agar tim medis dapat merencanakan perawatan yang komprehensif.

Penyimpanan Data

Semua perubahan tersimpan otomatis saat Anda mencentang checkbox atau memilih opsi. Data riwayat dapat diakses melalui tombol Riwayat.

Anamnesis

Status Fungsional

Status Fungsional

Tab Status Fungsional digunakan untuk menilai kemampuan mobilitas dan kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penilaian ini penting untuk perencanaan perawatan dan rehabilitasi yang tepat.

Penggunaan Alat Bantu

Centang alat bantu yang digunakan pasien untuk mobilitas:

Perhatian: Jika pasien dalam kondisi ketergantungan total, pastikan untuk melaporkan kepada dokter dan melakukan penilaian risiko jatuh (fall risk assessment).

Cacat Tubuh

Dokumentasi adanya cacat tubuh pada pasien:

Skala Aktivitas Harian

Penilaian kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari meliputi:

Risiko Jatuh

Berdasarkan status fungsional, sistem dapat memberikan indikasi risiko jatuh pasien. Pasien dengan risiko tinggi perlu mendapatkan protokol pencegahan jatuh sesuai standar faskes.

Tips: Penilaian status fungsional sebaiknya dilakukan di awal kunjungan untuk memastikan kebutuhan pasien terpenuhi selama di fasilitas kesehatan. Data ini juga penting untuk dokumentasi akreditasi.

Penyimpanan Data

Data status fungsional tersimpan otomatis setiap kali Anda mencentang atau memilih opsi. Gunakan tombol Riwayat untuk melihat perubahan status fungsional pasien dari kunjungan ke kunjungan.

Anamnesis

Surat Sakit dan Surat Lain

Surat Sakit dan Surat Lain

Tab Surat Sakit dan Surat Lainnya memungkinkan dokter untuk membuat berbagai surat keterangan medis langsung dari halaman kunjungan pasien. Surat-surat ini akan otomatis terisi dengan data pasien dan kunjungan yang relevan.

Surat Keterangan Sakit

Untuk membuat surat keterangan sakit:

  1. Buka tab Surat Sakit pada sub-menu Anamnesis.
  2. No. Surat akan digenerate otomatis berdasarkan tanggal.
  3. Pilih Tanggal surat (default: hari ini).
  4. Isi Lama Sakit (dalam hari).
  5. Tambahkan Keterangan jika diperlukan.
  6. Klik tombol Simpan.

Cetak Surat Sakit

Setelah surat tersimpan, klik tombol Cetak untuk mencetak surat keterangan sakit dalam format A4. Surat akan berisi:

Surat Keterangan Lainnya

Tab Surat Lainnya memungkinkan pembuatan berbagai jenis surat medis:

Cara Membuat Surat Lainnya

  1. Buka tab Surat Lainnya.
  2. Pilih Jenis Surat dari dropdown.
  3. No. Surat otomatis digenerate.
  4. Isi Tanggal surat.
  5. Isi Hasil Pemeriksaan (untuk surat sehat).
  6. Tambahkan Keterangan sesuai kebutuhan.
  7. Opsi Tampilkan Antropometri dapat diaktifkan untuk menyertakan data tinggi/berat badan pada surat.
  8. Klik Simpan.

Tips: Surat yang sudah tersimpan akan masuk ke mode read-only. Gunakan tombol Edit untuk mengubah atau Hapus untuk menghapus. Anda juga dapat melihat daftar surat yang pernah dibuat melalui sidebar.

Edit dan Hapus Surat

Surat yang sudah dibuat dapat diedit atau dihapus selama kunjungan belum difinalkan. Setelah kunjungan difinalkan, surat menjadi permanen dan tidak dapat diubah.

Perhatian: Nomor surat bersifat unik dan berurutan. Jika surat dihapus, nomor tersebut tidak akan digunakan kembali.

Anamnesis

Manajemen Alergi

Manajemen Alergi

Fitur Manajemen Alergi pada Dekacare terintegrasi di dalam form Riwayat Penyakit pada tab Anamnesis. Sistem ini dirancang untuk memastikan data alergi pasien selalu tercatat dengan akurat dan menjadi peringatan penting saat penulisan resep obat.

Toggle Aktif/Nonaktif Alergi

Pada form Riwayat Penyakit, terdapat pilihan radio button untuk status alergi:

Input Alergi dengan Tag-based UI

Saat status alergi dipilih "Ya", form input alergi tampil dengan antarmuka berbasis tag:

  1. Pilih Jenis Alergi dari dropdown:
    • Makanan — Alergi terhadap bahan makanan tertentu.
    • Udara — Alergi terhadap alergen yang terhirup (debu, serbuk sari, dll).
    • Obat — Alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  2. Ketikkan nama alergen pada kolom input teks.
  3. Klik tombol Tambah (ikon +) untuk menambahkan ke daftar.
  4. Alergi yang sudah ditambahkan akan tampil sebagai tag/badge berwarna.
  5. Untuk menghapus alergi, klik ikon X pada tag tersebut.

Tampilan Tag Alergi

Setiap alergi ditampilkan sebagai badge dengan warna sesuai jenisnya:

Peringatan Alergi pada Resep

Data alergi yang diinputkan di sini akan secara otomatis memunculkan peringatan pada modul e-Resep:

Perhatian: Data alergi obat sangat kritis untuk keselamatan pasien. Pastikan selalu memverifikasi data alergi dengan pasien pada setiap kunjungan dan perbarui jika ada perubahan.

Data Alergi Persisten

Data alergi bersifat persisten, artinya data yang diinputkan pada satu kunjungan akan tetap tersedia pada kunjungan-kunjungan berikutnya. Ini memastikan informasi alergi selalu terlihat tanpa perlu input ulang.

Tips: Biasakan untuk menanyakan dan memverifikasi alergi pasien di setiap kunjungan. Alergi baru bisa muncul kapan saja, dan data yang tidak diperbarui dapat menimbulkan risiko.

Pemeriksaan Fisik

Panduan pengisian tanda vital dan pemeriksaan fisik per sistem organ.

Pemeriksaan Fisik

Tanda Vital

Tanda Vital

Form Tanda Vital digunakan untuk mencatat parameter fisiologis dasar pasien. Data tanda vital sangat penting sebagai baseline untuk pemantauan kondisi pasien selama kunjungan.

Parameter Tanda Vital

Form tanda vital tersedia di dua lokasi: pada tab Pemeriksaan > Tanda Vital (form lengkap) dan pada form Resume Medis (form ringkas terintegrasi). Parameter yang dicatat meliputi:

Keadaan Umum dan Kesadaran

Tekanan Darah

Sistem akan menampilkan validasi jika nilai di luar rentang wajar (sistolik 70-250 mmHg, diastolik 40-150 mmHg).

Suhu Tubuh

Frekuensi Nadi

Frekuensi Napas

Saturasi Oksigen (SpO2)

Antropometri

Tips: BMI otomatis dihitung dengan rumus: BB (kg) / TB (m)². Kategori BMI: Underweight (<18.5), Normal (18.5-24.9), Overweight (25-29.9), Obesitas (≥30).

Waktu Pemeriksaan

Catat waktu pemeriksaan tanda vital dilakukan. Default adalah waktu saat ini, tetapi dapat diubah sesuai kebutuhan.

Riwayat Tanda Vital

Klik tombol Riwayat untuk melihat grafik tren tanda vital pasien dari kunjungan-kunjungan sebelumnya. Ini sangat berguna untuk memantau perkembangan kondisi pasien secara longitudinal.

Perhatian: Sistem akan menampilkan peringatan jika nilai tanda vital di luar rentang normal. Segera konsultasikan dengan dokter penanggung jawab jika ditemukan nilai abnormal.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Tab Pemeriksaan Fisik digunakan untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan fisik pasien secara sistematis per organ/sistem tubuh. Form ini menggunakan format checkbox yang memudahkan pengisian cepat dengan opsi "dalam batas normal" atau temuan abnormal spesifik.

Pemeriksaan Kepala

Dokumentasi temuan pemeriksaan kepala:

Pemeriksaan Leher

Pemeriksaan Thoraks

Pemeriksaan Abdomen

Pemeriksaan Ekstremitas

Tips: Untuk pemeriksaan cepat, centang "Dalam batas normal" pada setiap bagian yang tidak ditemukan kelainan. Hanya detail abnormalitas yang perlu didokumentasikan secara spesifik.

Panel Khusus

Selain pemeriksaan fisik umum, tersedia panel pemeriksaan khusus untuk spesialisasi tertentu:

Tombol Riwayat

Klik tombol Riwayat pada header form untuk melihat hasil pemeriksaan fisik dari kunjungan-kunjungan sebelumnya melalui sidebar.

Penyimpanan Data

Setiap perubahan checkbox atau input teks akan tersimpan otomatis. Data pemeriksaan fisik terhubung dengan sistem rekam medis elektronik dan dapat diakses kembali kapan saja.

Perhatian: Dokumentasi pemeriksaan fisik merupakan komponen penting rekam medis yang bernilai hukum. Pastikan semua temuan didokumentasikan secara akurat dan lengkap.

Konsultasi dan Rujukan

Panduan pembuatan permintaan konsultasi antar poli dan pembuatan surat rujukan ke fasilitas kesehatan lain.

Konsultasi dan Rujukan

Konsultasi

Konsultasi

Fitur Konsultasi memungkinkan dokter untuk meminta pendapat atau konsultasi dari dokter spesialis atau poli lain di dalam fasilitas kesehatan yang sama. Permintaan konsultasi dicatat secara formal dan dapat dilacak statusnya.

Membuat Permintaan Konsultasi

Untuk membuat permintaan konsultasi baru:

  1. Buka tab Konsultasi & Rujukan pada Detail Kunjungan.
  2. Pilih Tanggal Konsul (default: tanggal hari ini dengan waktu saat ini).
  3. Pilih Tujuan Konsul — Poli tujuan konsultasi dari dropdown.
  4. Pilih Dokter Tujuan — Dokter spesialis yang dituju (daftar otomatis berdasarkan poli yang dipilih).
  5. Isi Alasan Konsul — Jelaskan alasan mengapa konsultasi diperlukan.
  6. Isi Konsul yang Diminta — Deskripsi tindakan atau pendapat yang diminta.
  7. Klik tombol Simpan.

Daftar Riwayat Konsultasi

Setelah tersimpan, konsultasi akan muncul dalam tabel riwayat yang menampilkan:

Tips: Permintaan konsultasi akan masuk ke antrean poli tujuan. Dokter tujuan dapat melihat permintaan ini dan memberikan jawaban/rekomendasi melalui sistem.

Alur Konsultasi

  1. Dokter pengirim membuat permintaan konsultasi.
  2. Permintaan masuk ke poli tujuan.
  3. Dokter tujuan menerima dan memberikan jawaban.
  4. Status konsultasi berubah menjadi "Selesai".
  5. Jawaban konsultasi dapat dilihat di riwayat konsultasi.

Hak Akses

Fitur konsultasi memerlukan hak akses pada tab Konsultasi & Rujukan. Pastikan role pengguna sudah dikonfigurasi dengan benar.

Perhatian: Permintaan konsultasi yang sudah dibuat tidak dapat dihapus. Pastikan data sudah benar sebelum menyimpan.

Konsultasi dan Rujukan

Rujukan

Rujukan

Fitur Rujukan digunakan untuk membuat surat rujukan pasien ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL). Fitur ini terintegrasi dengan sistem BPJS PCare untuk pasien peserta BPJS Kesehatan, sehingga proses rujukan dapat dilakukan secara elektronik.

Komponen Form Rujukan

Form rujukan terdiri dari beberapa bagian utama:

1. Resume Medis Terintegrasi

Bagian atas form menampilkan Resume Medis (collapsible) yang berisi data anamnesis pasien. Data ini secara otomatis disertakan pada surat rujukan. Jika terdapat data yang belum lengkap, sistem akan menampilkan peringatan berwarna merah.

Perhatian: Pastikan semua data yang diperlukan BPJS sudah lengkap sebelum membuat rujukan. Badge merah pada header menunjukkan jumlah data yang belum diisi.

2. Data Rujukan

3. Faskes Tujuan

  1. Pilih Faskes Tujuan dari dropdown yang memuat daftar FKTL terdaftar.
  2. Pilih Poli Tujuan sesuai kebutuhan rujukan.

4. Diagnosis dan Keterangan

Integrasi BPJS PCare

Untuk pasien BPJS, proses rujukan melibatkan validasi dan sinkronisasi dengan BPJS PCare:

  1. Sistem memvalidasi kelengkapan data sesuai ketentuan BPJS.
  2. Saat klik Kirim Rujukan, data dikirim ke server BPJS PCare.
  3. BPJS mengembalikan Nomor Rujukan yang tersimpan otomatis di sistem.
  4. Status berubah menjadi "Rujukan telah dikirim ke BPJS".

Tips: Jika terjadi error saat pengiriman ke BPJS, periksa kembali kelengkapan data anamnesis. Error yang umum terjadi meliputi: diagnosis belum diisi, tanda vital belum lengkap, atau TACC belum dipilih.

Edit dan Hapus Rujukan

Setelah rujukan berhasil dikirim ke BPJS:

Cetak Surat Rujukan

Setelah rujukan berhasil dikirim, Anda dapat mencetak surat rujukan dalam format A4. Surat rujukan berisi:

Perhatian: Perubahan atau penghapusan rujukan BPJS akan mempengaruhi data di sistem BPJS secara langsung. Lakukan dengan hati-hati dan pastikan data sudah benar.

Informed Consent

Panduan pembuatan dan pengelolaan formulir persetujuan tindakan medis (informed consent) dengan tanda tangan digital.

Informed Consent

Formulir Informed Consent

Formulir Informed Consent

Formulir Informed Consent adalah dokumen persetujuan tindakan medis yang harus ditandatangani oleh pasien atau wali sebelum dilakukan tindakan medis tertentu. Dekacare menyediakan form digital yang lengkap dengan fitur tanda tangan elektronik.

Mengakses Form Informed Consent

  1. Buka tab Informed Consent pada Detail Kunjungan.
  2. Klik tombol untuk membuat Informed Consent Baru.
  3. Form akan menampilkan template informed consent standar.

Komponen Formulir

Formulir informed consent terdiri dari beberapa field yang harus diisi:

Tanda Tangan Digital

Form dilengkapi dengan dua area tanda tangan digital:

  1. Tanda Tangan Dokter — Area untuk tanda tangan dokter pelaksana.
  2. Tanda Tangan Pasien/Keluarga — Area untuk tanda tangan pasien atau wali.

Cara menggunakan tanda tangan digital:

  1. Gunakan mouse atau stylus untuk menandatangani pada area yang disediakan.
  2. Jika salah, klik tombol Bersihkan pada area tanda tangan untuk mengulangi.
  3. Tanda tangan otomatis tersimpan saat form disubmit.

Tips: Untuk hasil tanda tangan yang lebih baik pada layar sentuh, gunakan stylus. Pada desktop, gunakan mouse dengan gerakan lambat dan hati-hati.

Submit Informed Consent

Setelah semua field diisi dan tanda tangan dibubuhkan:

  1. Periksa kembali seluruh data yang diisi.
  2. Klik tombol Submit.
  3. Informed consent akan tersimpan dan muncul di daftar consent kunjungan.

Cetak Informed Consent

Setelah disubmit, dokumen informed consent dapat dicetak dalam format A4 standar yang mencakup seluruh informasi dan tanda tangan digital.

Perhatian: Informed consent adalah dokumen hukum yang mengikat. Pastikan pasien atau wali telah memahami seluruh informasi sebelum menandatangani. Dokumen yang sudah disubmit tidak dapat diedit.

Informed Consent

Daftar Consent

Halaman Daftar Consent menampilkan seluruh informed consent yang telah dibuat untuk kunjungan saat ini maupun kunjungan sebelumnya. Halaman ini memungkinkan pengelolaan status persetujuan dan pencetakan dokumen.

Tampilan Tabel

Aksi yang Tersedia

Proses Persetujuan/Penolakan

  1. Pada daftar consent, temukan consent yang berstatus "Menunggu".
  2. Klik tombol Setuju (centang) untuk membuka form persetujuan.
  3. Atau klik tombol Tolak (silang) untuk membuka form penolakan.
  4. Pada form keputusan, lengkapi data yang diperlukan.
  5. Bubuhkan tanda tangan digital pasien/wali.
  6. Submit keputusan.

Pencarian dan Filter

Tabel dilengkapi fitur pencarian dan pagination:

Cetak Dokumen

Terdapat dua jenis cetakan yang dapat dihasilkan:

Perhatian: Keputusan persetujuan atau penolakan yang sudah disubmit bersifat final dan tidak dapat diubah. Pastikan pasien benar-benar memahami isi dokumen sebelum memberikan keputusan.

Summary dan Billing

Panduan penggunaan ringkasan kunjungan, kalkulasi biaya, pembayaran, dan pencetakan struk.

Summary dan Billing

Summary Kunjungan

Ringkasan Layanan dan Tagihan

Tab Summary merupakan halaman akhir pada detail kunjungan yang menampilkan seluruh rincian layanan beserta kalkulasi biaya. Tab ini terbagi menjadi dua panel utama: Rincian Tagihan (75% layar) dan Info Tagihan (25% layar).

Panel Rincian Tagihan

Panel kiri menampilkan tabel lengkap semua layanan yang telah diberikan selama kunjungan. Data diambil secara otomatis dari berbagai sumber dan digabungkan dalam satu tabel.

Kolom Tabel

Sumber Data

Sistem mengagregasi data dari empat sumber secara otomatis:

  1. Layanan — Tindakan medis dan jasa pelayanan
  2. E-Resep — Obat dan bahan habis pakai dari apotek
  3. Laboratorium — Pemeriksaan lab yang telah dilakukan
  4. Radiologi — Pemeriksaan radiologi yang telah dilakukan

Tips: Klik dua kali (double-click) pada kolom Total untuk mengedit harga item secara langsung. Fitur ini hanya tersedia jika tagihan belum difinalkan dan item bukan bagian dari paket layanan.

Edit Farmasi

Untuk item dari unit Apotek, tersedia tombol edit yang memungkinkan Anda membuka kembali detail order farmasi. Sistem akan menampilkan konfirmasi terlebih dahulu karena proses ini akan mengembalikan order ke kondisi awal.

Panel Info Tagihan

Panel kanan menampilkan ringkasan kalkulasi biaya dan form pembayaran.

Komponen Kalkulasi

Form Pembayaran

Tips: Gunakan tombol pembulatan cepat yang tersedia untuk membulatkan nominal ke kelipatan 100 atau 1.000 ke atas maupun ke bawah, serta tombol Uang Pas untuk mengisi jumlah bayar sesuai total tagihan.

Reward Points

Jika fitur Reward Points aktif dan pengguna memiliki izin akses, panel tambahan akan muncul menampilkan:

Finalisasi Tagihan

Proses finalisasi tagihan merupakan langkah penting yang mengunci status pembayaran kunjungan.

Langkah Finalisasi

  1. Pastikan seluruh layanan sudah lengkap dan benar pada tabel Rincian Tagihan
  2. Isi diskon dan pembulatan jika diperlukan
  3. Masukkan jumlah pembayaran pada kolom Dibayar
  4. Klik tombol Final Tagihan
  5. Sistem akan melakukan validasi (cek e-resep yang belum selesai, cek shift kasir jika mode shifting aktif)
  6. Konfirmasi finalisasi — jika jumlah bayar kurang dari total, sistem akan menginformasikan bahwa sisa tagihan menjadi hutang pasien
  7. Pilih apakah ingin mencetak kwitansi

Perhatian: Setelah tagihan difinalkan, kolom diskon, pembulatan, dan pembayaran akan terkunci. Gunakan tombol Batal Final jika perlu membatalkan finalisasi. Pastikan semua e-resep sudah diproses sebelum memfinalkan tagihan.

Pembatalan Finalisasi

Jika terjadi kesalahan setelah finalisasi, gunakan tombol Batal Final untuk membatalkan status pembayaran dan mengembalikan tagihan ke kondisi editable.

Summary dan Billing

Cetak Struk Kunjungan

Cetak Struk dan Dokumen Tagihan

Dekacare menyediakan beragam format cetak untuk struk dan dokumen tagihan kunjungan. Semua fitur cetak tersedia pada tab Summary setelah data rincian tagihan dimuat.

Format Cetak Tersedia

Sistem mendukung beberapa format cetak yang dapat dipilih sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan:

1. Cetak Rekap (Summary)

Cetak ringkasan tagihan kunjungan dengan dua pilihan format:

Tips: Saat menekan tombol cetak rekap, sistem akan menampilkan dialog pilihan format. Pilih Kertas A4 untuk dokumen resmi atau POS untuk struk kasir thermal.

2. Cetak Detail

Cetak rincian tagihan dengan tiga pilihan format yang lebih mendetail:

3. Cetak Kwitansi

Kwitansi resmi sebagai bukti pembayaran yang sah:

Kirim Kwitansi via WhatsApp

Selain cetak fisik, sistem juga mendukung pengiriman kwitansi digital melalui WhatsApp:

  1. Klik tombol WhatsApp pada panel Info Tagihan
  2. Sistem akan mengambil nomor telepon pasien dari data pendaftaran
  3. Jika nomor tidak tersedia atau tidak valid, akan muncul dialog untuk memasukkan nomor secara manual
  4. Kwitansi digital akan dikirim melalui layanan WhatsApp terintegrasi

Tips: Pastikan nomor telepon pasien sudah terisi dengan benar pada data pendaftaran agar pengiriman kwitansi WhatsApp berjalan otomatis tanpa perlu input manual.

Informasi pada Struk Cetak

Setiap format cetak memuat data-data berikut (disesuaikan dengan format):

Pengaturan Font Cetak

Sistem mendukung konfigurasi font cetak yang dapat disesuaikan per fasilitas:

Perhatian: Untuk printer thermal (POS), pastikan menggunakan font yang kompatibel dengan ESCPOS. Jika hasil cetak tidak sesuai, coba ubah pengaturan font pada menu Pengaturan Faskes.