Radiologi Panduan penggunaan modul Radiologi pada Dekacare Permintaan Radiologi Panduan lengkap untuk membuat dan mengelola permintaan pemeriksaan radiologi dari kunjungan pasien. Buat Permintaan Radiologi Pengantar Fitur Permintaan Radiologi memungkinkan tenaga medis untuk membuat permintaan pemeriksaan radiologi atau imaging langsung dari halaman kunjungan pasien. Permintaan ini akan diterima oleh unit radiologi untuk selanjutnya diproses dan dilakukan pemeriksaan sesuai jenis yang diminta. Dengan fitur ini, alur permintaan pemeriksaan radiologi menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi secara digital, sehingga meminimalkan risiko kehilangan data atau miskomunikasi antar unit. Hak Akses Fitur pembuatan permintaan radiologi dapat diakses oleh pengguna dengan peran berikut: Dokter – Membuat permintaan pemeriksaan radiologi berdasarkan kebutuhan klinis pasien. Perawat – Membantu dokter dalam membuat permintaan radiologi sesuai instruksi. Superadmin – Memiliki akses penuh ke seluruh fitur termasuk permintaan radiologi. Admin – Dapat mengelola dan memantau permintaan radiologi yang masuk. Langkah-Langkah Membuat Permintaan Radiologi Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat permintaan pemeriksaan radiologi dari halaman kunjungan pasien: Buka Halaman Kunjungan Pasien Masuk ke menu Kunjungan , lalu pilih pasien yang sedang ditangani. Pastikan pasien sudah memiliki kunjungan aktif pada hari tersebut. Akses Tab Radiologi Pada halaman detail kunjungan, cari dan klik tab Radiologi . Tab ini menampilkan daftar permintaan radiologi yang sudah ada (jika ada) serta tombol untuk membuat permintaan baru. Klik Tombol Tambah Permintaan Klik tombol Tambah Permintaan atau ikon "+" untuk membuka form pembuatan permintaan radiologi baru. Pilih Jenis Pemeriksaan Radiologi Pada form permintaan, pilih jenis pemeriksaan radiologi yang dibutuhkan. Jenis pemeriksaan yang tersedia antara lain: Rontgen (X-Ray) – Pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk melihat struktur tulang dan organ. USG (Ultrasonografi) – Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat organ dalam. CT Scan – Pemeriksaan pencitraan dengan teknologi computed tomography. MRI – Pemeriksaan menggunakan medan magnet untuk pencitraan detail organ dan jaringan. Jenis lainnya – Sesuai dengan fasilitas yang tersedia di faskes Anda. Input Indikasi Klinis / Diagnosis Isi kolom Indikasi Klinis dengan informasi diagnosis atau alasan medis yang mendasari permintaan pemeriksaan radiologi. Informasi ini penting bagi dokter radiologi untuk memahami konteks pemeriksaan dan memberikan bacaan yang tepat. Tambahkan Catatan (Opsional) Jika diperlukan, tambahkan catatan khusus terkait permintaan, misalnya posisi pengambilan gambar tertentu atau area tubuh yang menjadi fokus pemeriksaan. Kirim Permintaan Setelah semua informasi diisi, klik tombol Simpan atau Kirim untuk mengirimkan permintaan ke unit radiologi. Permintaan yang berhasil dikirim akan muncul pada daftar permintaan radiologi di halaman kunjungan. Tips dan Informasi Penting Persiapan Pasien untuk Pemeriksaan Radiologi Beberapa jenis pemeriksaan radiologi memerlukan persiapan khusus dari pasien: USG Abdomen – Pasien diminta berpuasa 6–8 jam sebelum pemeriksaan. CT Scan dengan Kontras – Pastikan pasien tidak memiliki alergi terhadap zat kontras dan sudah menjalani pemeriksaan fungsi ginjal. MRI – Pastikan pasien tidak memiliki implan logam dalam tubuh. Informasikan kepada pasien untuk melepas semua aksesoris logam. Rontgen – Umumnya tidak memerlukan persiapan khusus, namun pasien hamil harus diinformasikan mengenai risiko radiasi. Perhatian Pastikan indikasi klinis diisi dengan lengkap dan akurat. Informasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan keterlambatan proses pemeriksaan atau hasil bacaan yang kurang optimal. Hasil Radiologi Panduan lengkap untuk mendokumentasikan, meng-upload, dan mengelola hasil pemeriksaan radiologi. Input Hasil Radiologi Pengantar Fitur Input Hasil Radiologi memungkinkan petugas radiologi dan dokter radiologi untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan radiologi secara digital. Fitur ini mencakup kemampuan untuk meng-upload gambar radiologi dari file, menangkap foto langsung dari kamera, memberikan anotasi pada gambar, serta menginput hasil bacaan atau interpretasi radiologi. Dokumentasi hasil radiologi yang lengkap dan terstruktur sangat penting untuk mendukung proses diagnosis, perencanaan terapi, serta menjadi bagian dari rekam medis elektronik pasien yang terintegrasi. Langkah-Langkah Input Hasil Radiologi Berikut adalah panduan lengkap untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan radiologi: 1. Akses Permintaan Radiologi Buka halaman kunjungan pasien yang memiliki permintaan radiologi, lalu navigasi ke tab Radiologi . Pilih permintaan radiologi yang akan diinput hasilnya dari daftar permintaan yang tersedia. 2. Upload Gambar Radiologi dari File Untuk mengunggah gambar hasil pemeriksaan radiologi dari file yang sudah tersimpan di komputer: Klik tombol Upload Gambar pada area input hasil radiologi. Pilih file gambar dari komputer Anda melalui dialog pemilihan file. Sistem akan menampilkan preview gambar yang telah diunggah. Anda dapat mengunggah lebih dari satu gambar untuk satu permintaan pemeriksaan. Format Gambar yang Didukung Sistem mendukung berbagai format gambar untuk hasil radiologi: JPEG / JPG – Format umum dengan kompresi yang baik, cocok untuk foto hasil radiologi. PNG – Format dengan kualitas tinggi dan dukungan transparansi. DICOM – Format standar medis untuk pencitraan radiologi (jika didukung oleh konfigurasi faskes). BMP – Format gambar tanpa kompresi. Disarankan menggunakan format JPEG atau PNG dengan resolusi yang memadai untuk menjaga keseimbangan antara kualitas gambar dan ukuran file. 3. Capture Foto Digital Langsung dari Kamera Selain upload file, Anda juga dapat mengambil foto langsung menggunakan kamera yang terhubung ke komputer atau perangkat: Klik tombol Capture Foto atau ikon kamera pada area input. Sistem akan mengaktifkan kamera perangkat dan menampilkan preview langsung. Posisikan gambar radiologi di depan kamera dengan pencahayaan yang cukup. Klik tombol Ambil Foto untuk menangkap gambar. Review hasil tangkapan, lalu klik Gunakan Foto untuk menyimpannya atau Ulangi untuk mengambil foto ulang. Tips Capture Foto yang Baik Pencahayaan – Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan merata. Hindari pantulan cahaya pada permukaan film radiologi. Fokus – Pastikan kamera sudah fokus dengan baik pada gambar radiologi sebelum mengambil foto. Posisi – Letakkan film radiologi pada negatoscope atau light box untuk hasil foto yang optimal. Resolusi – Gunakan resolusi kamera tertinggi yang tersedia untuk menangkap detail gambar. 4. Anotasi dan Canvas Gambar Setelah gambar radiologi tersedia (baik dari upload maupun capture), Anda dapat memberikan anotasi untuk menandai area penting: Klik pada gambar radiologi untuk membuka Canvas Editor . Gunakan tools yang tersedia untuk memberikan anotasi: Pen / Draw – Menggambar garis bebas untuk menandai area tertentu. Arrow – Menambahkan panah penunjuk ke area yang dimaksud. Circle / Rectangle – Memberikan lingkaran atau kotak pada area fokus. Text – Menambahkan teks keterangan langsung pada gambar. Setelah selesai, klik Simpan Anotasi untuk menyimpan gambar beserta anotasinya. Perhatian Anotasi yang disimpan akan menjadi bagian permanen dari gambar hasil radiologi. Pastikan anotasi sudah tepat dan akurat sebelum menyimpan. Gambar asli tanpa anotasi tetap tersimpan dalam sistem sebagai referensi. 5. Input Hasil Bacaan Radiologi Langkah terakhir adalah menginput hasil bacaan atau interpretasi dari dokter radiologi: Pada kolom Hasil / Bacaan Radiologi , tuliskan interpretasi medis dari gambar radiologi. Sertakan temuan-temuan klinis yang terlihat pada gambar. Tambahkan kesimpulan dan rekomendasi jika diperlukan. Klik tombol Simpan Hasil untuk menyimpan bacaan radiologi. Setelah hasil disimpan, dokter yang meminta pemeriksaan radiologi akan dapat melihat hasil bacaan dan gambar radiologi langsung dari halaman kunjungan pasien. Tips Tambahan Praktik Terbaik Dokumentasi Radiologi Kelengkapan data – Selalu sertakan gambar dan hasil bacaan secara lengkap untuk setiap permintaan pemeriksaan. Konsistensi format – Gunakan format penulisan hasil yang konsisten: temuan, kesimpulan, dan rekomendasi. Ketepatan waktu – Input hasil sesegera mungkin setelah pemeriksaan untuk memastikan kelancaran proses perawatan pasien. Backup gambar – Meskipun sistem menyimpan gambar secara digital, pastikan proses backup berjalan dengan baik untuk mengamankan data.