Riwayat Obat Pasien
Tentang Riwayat Obat Pasien
Fitur Riwayat Obat Pasien memungkinkan dokter dan petugas farmasi melihat daftar resep yang pernah diberikan kepada pasien pada kunjungan-kunjungan sebelumnya. Riwayat ini sangat berguna untuk memantau pola pengobatan, menghindari duplikasi resep, dan mempercepat proses peresepan melalui fitur order ulang.
Riwayat obat pasien dapat diakses dari dua lokasi:
- Panel Konteks Klinis — Menampilkan 5 riwayat resep terakhir di kolom kanan halaman E-Resep.
- Modal Riwayat Lengkap — Menampilkan seluruh riwayat resep dalam tabel yang dapat dipaginasi dan diurutkan.
Riwayat di Panel Konteks Klinis
Panel Konteks Klinis di kolom kanan halaman E-Resep menampilkan ringkasan 5 riwayat resep terakhir pasien. Setiap item riwayat menampilkan:
- Tanggal resep — Format: DD MMM YYYY (misalnya: 28 Feb 2026).
- Jumlah item — Ditampilkan dalam tanda kurung, misalnya (3 item).
- Tombol Order Ulang — Ikon panah berulang di sisi kanan untuk menyalin resep ke keranjang.
Klik tombol LIHAT SEMUA di bagian bawah panel untuk membuka modal riwayat lengkap.
Modal Riwayat Lengkap
Modal riwayat lengkap menampilkan seluruh riwayat resep pasien dalam tabel dengan kolom-kolom berikut:
- Tanggal Resep — Tanggal dan waktu pembuatan resep (format: DD/MM/YYYY hh:mm).
- No. Resep — Nomor resep yang dihasilkan otomatis dari kombinasi tanggal dan ID kunjungan.
- Unit Tujuan — Ruangan atau unit pelayanan tujuan resep (misalnya: Poli Umum, Poli Gigi).
- Status — Status resep ditandai dengan badge berwarna:
- Selesai (hijau) — Resep telah diproses dan obat telah diserahkan.
- Dibatalkan (merah) — Resep dibatalkan sebelum diproses.
- Aksi — Tombol-tombol aksi yang tersedia untuk setiap riwayat.
Tabel mendukung paginasi (10 item per halaman) dan pengurutan berdasarkan kolom.
Aksi pada Riwayat
Setiap baris riwayat memiliki beberapa tombol aksi:
Lihat Detail
Tombol Lihat (ikon mata, warna biru) membuka modal detail yang menampilkan informasi lengkap tentang resep tersebut, termasuk daftar obat, jumlah, aturan minum, dan harga.
Cetak Ulang
Tombol Cetak (ikon printer, warna biru muda) hanya tersedia untuk resep berstatus Selesai. Tombol ini membuka modal pencetakan ulang dengan opsi:
- Invoice A4 — Cetak nota/invoice dalam format A4.
- Invoice POS — Cetak nota/invoice dalam format thermal/POS.
- EResep A4 — Cetak struk resep dalam format A4.
- EResep POS — Cetak struk resep dalam format thermal/POS.
- WhatsApp — Kirim ringkasan resep via WhatsApp.
- Etiket — Cetak etiket/label obat.
Order Ulang (Salin Resep)
Tombol Order Ulang (ikon panah berulang, warna hijau) hanya tersedia untuk resep berstatus Selesai. Fitur ini menyalin seluruh item dari resep sebelumnya ke keranjang resep saat ini.
- Klik tombol Order Ulang pada baris riwayat yang ingin disalin.
- Sistem akan memuat data resep dan mengisi keranjang dengan item-item dari resep tersebut.
- Modal riwayat akan otomatis ditutup.
- Notifikasi “Resep berhasil dimuat untuk order ulang” akan ditampilkan.
- Periksa dan sesuaikan item di keranjang jika diperlukan (ubah jumlah, aturan minum, atau hapus item tertentu).
Tips: Fitur order ulang sangat berguna untuk pasien dengan pengobatan rutin. Setelah resep disalin, Anda masih dapat mengedit setiap item di keranjang sebelum mengirimnya ke farmasi.
Detail Resep pada Order Ulang
Saat resep disalin melalui order ulang, sistem memproses data berikut:
- Obat Non-Racik — Nama obat, jumlah, harga satuan, aturan minum, dan indikasi disalin ke keranjang. Informasi batch tidak disalin karena batch dapat berubah (stok baru).
- Obat Racik — Nama racikan, jenis racik, aturan minum, dan seluruh detail bahan (nama obat, jumlah, harga) disalin ke keranjang.
Perhatian: Setelah order ulang, periksa kembali ketersediaan stok untuk setiap item karena kondisi stok dapat berbeda dari saat resep awal dibuat. Sistem tidak otomatis memvalidasi stok saat menyalin resep.
Memuat Riwayat
Riwayat obat pasien dimuat secara otomatis saat tab E-Resep dibuka dan data pasien tersedia. Proses pemuatan ditandai dengan overlay loading pada modal riwayat. Jika data belum tersedia (misalnya karena pasien baru didaftarkan), sistem akan menampilkan pesan “Belum ada riwayat resep”.
Data riwayat diambil dari API berdasarkan ID pasien dan selalu meminta data terbaru dengan menonaktifkan cache (X-CACHE-INVALIDATE: true) untuk memastikan informasi yang ditampilkan selalu akurat.