Skip to main content

Manajemen Alergi

Manajemen Alergi

Fitur Manajemen Alergi pada Dekacare terintegrasi di dalam form Riwayat Penyakit pada tab Anamnesis. Sistem ini dirancang untuk memastikan data alergi pasien selalu tercatat dengan akurat dan menjadi peringatan penting saat penulisan resep obat.

Toggle Aktif/Nonaktif Alergi

Pada form Riwayat Penyakit, terdapat pilihan radio button untuk status alergi:

  • Tidak — Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Form input alergi tidak ditampilkan.
  • Ya — Pasien memiliki alergi. Form input alergi akan muncul di bawah.

Input Alergi dengan Tag-based UI

Saat status alergi dipilih "Ya", form input alergi tampil dengan antarmuka berbasis tag:

  1. Pilih Jenis Alergi dari dropdown:
    • Makanan — Alergi terhadap bahan makanan tertentu.
    • Udara — Alergi terhadap alergen yang terhirup (debu, serbuk sari, dll).
    • Obat — Alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  2. Ketikkan nama alergen pada kolom input teks.
  3. Klik tombol Tambah (ikon +) untuk menambahkan ke daftar.
  4. Alergi yang sudah ditambahkan akan tampil sebagai tag/badge berwarna.
  5. Untuk menghapus alergi, klik ikon X pada tag tersebut.

Tampilan Tag Alergi

Setiap alergi ditampilkan sebagai badge dengan warna sesuai jenisnya:

  • Makanan — Badge hijau.
  • Udara — Badge biru.
  • Obat — Badge merah (prioritas tinggi karena berkaitan langsung dengan resep).

Peringatan Alergi pada Resep

Data alergi yang diinputkan di sini akan secara otomatis memunculkan peringatan pada modul e-Resep:

  • Saat dokter meresepkan obat yang termasuk dalam daftar alergi pasien, sistem akan menampilkan peringatan visual.
  • Peringatan ini bertujuan mencegah kesalahan peresepan yang dapat membahayakan pasien.

Perhatian: Data alergi obat sangat kritis untuk keselamatan pasien. Pastikan selalu memverifikasi data alergi dengan pasien pada setiap kunjungan dan perbarui jika ada perubahan.

Data Alergi Persisten

Data alergi bersifat persisten, artinya data yang diinputkan pada satu kunjungan akan tetap tersedia pada kunjungan-kunjungan berikutnya. Ini memastikan informasi alergi selalu terlihat tanpa perlu input ulang.

Tips: Biasakan untuk menanyakan dan memverifikasi alergi pasien di setiap kunjungan. Alergi baru bisa muncul kapan saja, dan data yang tidak diperbarui dapat menimbulkan risiko.