Status Fungsional
Status Fungsional
Tab Status Fungsional digunakan untuk menilai kemampuan mobilitas dan kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penilaian ini penting untuk perencanaan perawatan dan rehabilitasi yang tepat.
Penggunaan Alat Bantu
Centang alat bantu yang digunakan pasien untuk mobilitas:
- Tongkat — Pasien menggunakan tongkat untuk berjalan.
- Walker — Pasien menggunakan alat bantu jalan (walker).
- Kursi Roda — Pasien menggunakan kursi roda.
- Mandiri — Pasien tidak memerlukan alat bantu.
- Brankard — Pasien perlu diangkut dengan brankar.
- Ketergantungan Total — Pasien bergantung sepenuhnya pada bantuan orang lain. Laporkan ke dokter penanggung jawab.
- Lainnya — Alat bantu lain yang tidak tercantum, bisa diisi secara manual.
Perhatian: Jika pasien dalam kondisi ketergantungan total, pastikan untuk melaporkan kepada dokter dan melakukan penilaian risiko jatuh (fall risk assessment).
Cacat Tubuh
Dokumentasi adanya cacat tubuh pada pasien:
- Tidak Ada — Pasien tidak memiliki cacat tubuh.
- Ada — Terdapat cacat tubuh (detail dapat ditambahkan).
- Lainnya — Kondisi khusus yang perlu dijelaskan secara manual.
Skala Aktivitas Harian
Penilaian kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari meliputi:
- Kemampuan makan dan minum secara mandiri
- Kemampuan berpakaian
- Kemampuan toileting
- Kemampuan berpindah posisi (transfer)
- Kemampuan berjalan
Risiko Jatuh
Berdasarkan status fungsional, sistem dapat memberikan indikasi risiko jatuh pasien. Pasien dengan risiko tinggi perlu mendapatkan protokol pencegahan jatuh sesuai standar faskes.
Tips: Penilaian status fungsional sebaiknya dilakukan di awal kunjungan untuk memastikan kebutuhan pasien terpenuhi selama di fasilitas kesehatan. Data ini juga penting untuk dokumentasi akreditasi.
Penyimpanan Data
Data status fungsional tersimpan otomatis setiap kali Anda mencentang atau memilih opsi. Gunakan tombol Riwayat untuk melihat perubahan status fungsional pasien dari kunjungan ke kunjungan.